Tradisi Pasang Lilin Malam 27 Ramadhan

Posted on 28 April 2009

7


Bakar Lilin


Dulu ketilka saya masih kecil, gak tau kalau sekarang masih ,masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah khususnya kaum muslim setiap malam 27 Ramadhan memasang lilin di depan rumahnya dan anak anak bermain kembang api. Kembang api dinyalakan seraya salah satu ujungnya dibengkokkan terus dilemparkan ke pohon, kembang apinya nyangkut di pohon mencipatakan suasana semarak. Acara pasang lilin bisanya dimulai setelah maghrib ketika malam tiba dan berakhir ketika sholat tarawih selesai atau lilinnya habis. Entah sejak kapan tradisi pasang lilin setiap malam 27 Ramadhan ini dimulai di Sibolga, saya sendiri tidak tau, tapi yang jelas sudah dilakukan turun temurun, saya sendiri sangat menyukai tradisi tersebut dan sampai sekarang tidak pernah lupa, saya kira kebanyakan orang yang pernah tinggal di Sibolga dan Tapanuli tengah juga punya kenangan indah tentang malam 27 Ramadhan.

Pada malam 27 rumah-rumah pada malam hari di Sibolga jadi keliatan lebih indah dan berseri dari biasanya karena diterangi cahaya temaram lilil-lilin kecil yang dipasang didepan rumah, maklum lampu penerangan jalan pada sa’at itu belum sebanyak sekarang. Mulai dari Simare-mare, Sibolga Julu (sebagian), Kota Baringin, Pasar Baru, Pasa Balakkang, Pondok Budu, Pincuran Garobak, Sambas, Aek Habil sampai ke Sibuluan dan Pandan semua warga pasang lilin tanpa ada yang instruksi.

Saya gak tau persis apa maknanya warga Sibolga pasang lilin pada setiap malam 27 Ramadhan tapi menurut saya mungkin karena warga menyambut gembira sebentar lagi mereka akan menyambut Idul Fitri (hari kemenangan) setelah hampir sebulan menjalankan ibadah puasa . Seperti biasanya dilakukan di kota-kota lain di Nusantara, malam takbiran juga dilakukan pada malam lebaran di Siboga.

Salam,

Marwan Tanjung

Posted in: rupa-rupa