Tari Pahlawan

Posted on 24 Mei 2012

1


Tari ini mengisahkan seseorang pahlawan Bangkulu bernama Mas Panji. Dalam kesempatan yang ada secara patriotik Mas Panji membunuh seorang Laksamana Belanda, namun Mas Panji terbunuh oleh tentara Belanda. Kisahnhya bermula dalam suatu pesta yang sudah direncanakan. Menarilah Raden Mas Panji dengan Laksamana Belanda bersama dara-dara cantik. Ketia sang Laksamana sedang asyik-masyuk menari, Raden Mas Panji mencabut keris dan menikamkannya ke jantaung Laksamana. Mas Panji dapat ditangkap dan jatuhi hukuman gantung. Sebelum Mas panji menjalani hukumannya ia berpesan keapda masyarakat Bangkahulu. Satu pesan yang menjadi suatu nyanian rakyat bersnama”Laksamana Mati Dibunuh”

Laksamana mati dibunuh

Mati ditikam Raden Mas Panji

Umpama minyak nan sudah penuh

Sedikit tak bergoyang lagi

Kehulu bertanam padi

Benamkan benih siang dan malam

Jiklau hiudp Raden Mas Panji

Bangkahulu tidak tenang diam

Si kudidi makan di pantai

Besar air makan di tengah

Dari pada hidup bercermin bangkai

Baik mati berkalang tanah

Pencalang tiba sauh di labuh

Jauh di Labuh di tepi karang

Janji sampai sukatan penuh

Esa hilang dua terbilang

Corak kesenian sikambang bukan hanya merupakan cetusan kesedihan dan kemelataran belaka, tetapi terdapat unsur-unsur kepahlawanan. Tari pahlawan dilakonkan dua orang pria. Seorang menari dengan keris di tangan. Pada kesempatan pertama pria tersebut menikamkan kerisnya kepada lawan mainnya, seraya berucap, “dari pada hidup bercermin bangkai/baik mati berkalang tanah/janji samapai sukatan penuh/esa hilang dua terbilang.” Kebulatan tekad masyarakat pesisir tercermin pula dalam kehidupan sehari-hari, sewaktu pergi ke laut hendak menangkap ikan. Walaupun ombak besar dan anginkuat, namun semuanya kebuasan laut harus ditantang demi kehidupan dan keluarga.

Sumber : Bunga Rampai Tapian Nauli.

Ditandai:
Posted in: pesisir